Warning: array_slice() expects parameter 1 to be array, boolean given in /home/pelajarj/public_html/wp-content/plugins/my-twitter-widget/widget.php on line 164

Warning: key() [function.key]: Passed variable is not an array or object in /home/pelajarj/public_html/wp-content/plugins/my-twitter-widget/widget.php on line 164
Pelajar Jogja, Santun, Berbudaya, Gemar Membaca
Pelajar Santun Gemar Membaca

Penerimaan Pelajar Sembodo Kab. Gunung Kidul

Reportase Oleh Hasna Syarifatul Rosyidah
SMA N 1 Wonosari
Beasiswa pelajar sembodo adalah beasiswa yang diberikan kepada pelajar (orang yang masih mau belajar) tidak dibatasi oleh institusi formal, semisal sekolah dan universitas. Aktif mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh PII (Pelajar Islam Indonesia) serta berani bertanggung jawab pada setiap pilihan yang diambil meskipun pilihan yang diambil terkadang tidak populer. Karena sembodo adalah sikap manusia yang dapat mempertanggung jawabkan perbuatanya.
Sebelum pemberian beasiswa sembodo pada tanggal 7 April 2013 terlebih dahulu kami berdiskusi di panti asuhan islam playen, tentang peran pelajar di Kabupaten Gunung Kidul, yang dihadiri oleh beberapa perwakilan SMA sekabupaten Gunung Kidul serta para ibu guru yang mendampingi.
Karena pelajar adalah orang yang tengah belajar, mereka bisa belajar dengan apa dan dimanapun mereka berada, namun yang lebih popular saat ini adalah belajar di sekolah. Banyak yang beranggapan sekarang ini, bahwa pelajar-pelajar yang masih duduk di bangku sekolah sangatlah school oriented, jadi mereka bersekolah hanya karena sebatas tradisi dan bersekolah hanya untuk mengejar nilai, bukan untuk mendapatkan ilmunya. Kang Neo dan Yu Rahmi beranggapan, para pelajar saat ini belum bisa keluar dari zona nyaman. Mereka mengalir begitu saja tanpa tahu dimana akan bermuara. Padahal, sebagai orang yang belajar mereka harus tau manfaat maupun makna dari yang mereka pelajari, sehingga ilmu yang mereka dapatkan akan bermanfaat untuk diri sendiri maupun orang lain. Prakteknya memang tidak mudah, namun para pelajar patut untuk mulai menyadari apa yang sebenarnya sedang mereka lakukan. Nah, sebagai orang yang berilmu, para pelajar mempunyai tanggung jawab moral di masyarakat. Yaitu dalam bentuk berbagi dengan mereka atas ilmu yang telah mereka dapatkan, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Faktanya, menyampaikan ilmu yang kita dapatkan tidaklah mudah. Berbagai macam sudut pandang, tingkat pendidikan, dan tingkat ilmu agama seseorang membuat transfer ilmu ini memang akan menemui berbagai rintangan, namun sebagai pelajar yang tangguh tentunya tidak akan menyerah begitu saja dengan rintangan yang ada, justru membuat mereka para pelajar harus semakin kreatif dan inovatif dalam menyampaikan ilmu yang mereka miliki.

Dan penerima beasiswa pelajar sembodo di kab. Gunung Kidul diterima oleh mba Iddah, yang memilih untuk berhenti sejenak setelah SMA dan mendedikasikan dirinya untuk mengabdi untuk mengasuh adik-adik di panti asuhan islam playen.

Social Share Toolbar
1 Comment
  1. Keren !!!
    Good luck kawan – kawan PII.

Leave a Reply